Turun ke Jalan, Fans PSG Gemakan Suara Dukungan Untuk Palestina

Share this post:

Fans PSG turun ke jalan serukan aksi bela Palestina

Pada final Liga Champions UEFA 2025 yang digelar di Munich, para suporter Paris Saint-Germain (PSG) menampilkan aksi solidaritas yang menggemparkan, dengan membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi konflik dan penderitaan di Gaza. Aksi ini tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga merambah ke jalanan kota Munich, yang dikenal sebagai salah satu kota pendukung Israel, sehingga menambah makna keberanian dan konsistensi para suporter PSG dalam menyuarakan dukungan mereka.

Dukungan Tegas di Tengah Kontroversi

Sebelum pertandingan dimulai, ribuan suporter PSG melakukan konvoi di jalanan Munich sambil meneriakkan yel-yel “We are all children of Gaza” dan mengibarkan bendera Palestina. Di tribun utara stadion, mereka membentangkan spanduk hitam besar bertuliskan “Stop Genocide in Gaza” yang langsung menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Aksi ini juga diwarnai dengan penggunaan flare dan syal keffiyeh khas Palestina, simbol yang sudah lama menjadi identitas dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Keberanian suporter PSG ini mendapat sorotan luas, termasuk kritik dari beberapa pihak seperti Menteri Dalam Negeri Prancis yang menganggap aksi tersebut tidak pantas di stadion dan berjanji akan menindaklanjuti insiden tersebut. Namun, UEFA menegaskan bahwa spanduk tersebut tidak mengandung pesan provokatif atau penghinaan sehingga tidak akan memberikan sanksi terhadap PSG. Hal ini menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi solidaritas yang sah dan tidak melanggar aturan kompetisi.

Konsistensi dan Loyalitas Suporter PSG

Aksi dukungan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh suporter PSG. Pada November tahun lalu, mereka juga pernah menampilkan spanduk besar bertuliskan “Free Palestine” saat menghadapi Atlético Madrid di Parc des Princes, yang memuat peta wilayah termasuk Israel, Tepi Barat, dan Gaza dengan warna khas keffiyeh serta pesan damai di bagian bawah spanduk. Mereka juga menampilkan karakter pejuang bertopeng, tank, dan bendera Lebanon sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan dan kekerasan.

Loyalitas suporter PSG terhadap isu Palestina sudah menjadi bagian dari identitas mereka, yang tidak hanya terbatas pada dukungan olahraga tetapi juga sebagai gerakan sosial yang menentang perang dan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza. Mereka menggunakan platform sepak bola sebagai medium untuk meningkatkan kesadaran global tentang penderitaan rakyat Palestina dan mengajak dunia untuk ikut bersuara.

Makna Solidaritas dalam Konteks Global

Konflik Israel-Palestina telah menimbulkan penderitaan besar, khususnya di Gaza yang mengalami blokade dan serangan militer yang menyebabkan ribuan korban jiwa, termasuk banyak perempuan dan anak-anak. Dalam konteks ini, dukungan suporter PSG menjadi simbol penting dari solidaritas internasional yang menolak genosida dan kekerasan. Aksi mereka di kota Munich, yang secara resmi mendukung Israel, juga menjadi bentuk protes terhadap kebijakan dan sikap pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap Palestina.

Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur’an Assa’adah, Ustaz Hilmi Firdausi, turut memberikan apresiasi atas aksi suporter PSG yang tidak hanya merayakan kemenangan tim mereka tetapi juga peduli terhadap penderitaan di Gaza. Ia menilai bahwa dukungan tersebut menunjukkan kepedulian yang tulus dan menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi medium untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan.***

Kunjungi situs resmi kami disini

Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global InstagramYoutube, dan Threads untuk informasi terkini.

Anda juga bisa berdonasi disini

Baca juga artikel terbaru, klik disini

Share this post: