Brussels – Delegasi Indonesia turut ambil bagian dalam Kongres Parlemen Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang diselenggarakan di Brussels, Belgia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi kemanusiaan global untuk mendukung rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Forum ini menjadi salah satu jalur strategis selain misi laut dan darat dalam rangkaian aksi internasional Global Sumud Flotilla.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina serta penegakan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global. Delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bertolak ke Brussels pada 19 April 2026, membawa misi untuk memperkuat dukungan internasional melalui pendekatan politik dan hukum.
Delegasi ini terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh lembaga kemanusiaan, akademisi, hingga tokoh agama. Beberapa nama yang turut hadir antara lain Arif Rahmadi Haryono dari Dompet Dhuafa, Sudarnoto Abdul Hakim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pakar hukum tata negara Feri Amsari. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memperjuangkan isu kemanusiaan Palestina di panggung internasional.
Kongres Parlemen GSF 2026 yang berlangsung pada 22 April 2026 ini dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai negara, termasuk anggota parlemen, ahli hukum internasional, dan aktivis hak asasi manusia. Forum ini bertujuan menggalang kekuatan global untuk mendorong penghentian blokade Gaza serta memperkuat perlindungan bagi warga sipil yang terdampak konflik.

Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan tidak cukup hanya melalui bantuan langsung, tetapi juga harus diperkuat dengan tekanan politik internasional. Kongres ini menjadi ruang strategis untuk menyusun langkah-langkah hukum serta advokasi kebijakan guna memastikan akses bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa hambatan.
Salah satu hasil penting dari pertemuan ini adalah lahirnya “Deklarasi Brussels”, yang menekankan urgensi pembukaan akses kemanusiaan ke Gaza, peningkatan tekanan politik global, serta pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional dalam melindungi warga sipil.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini