Lebanon – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa Lebanon dan Israel akan sepakati gencatan senjata selama 10 hari setelah rangkaian negosiasi intensif antara kedua belah pihak. Ini merupakan sebuah langkah penting yang diharapkan agar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mereda.
Gencatan senjata tersebut dimulai pada 16 April 2026 dengan tujuan menghentikan serangan militer dan membuka jalan menuju perundingan damai jangka panjang.
Seperti diberitakan oleh banyak media, hubungan Israel dan Lebanon menegang selama beberapa pekan ini setelah Israel bersitegang dengan Hizbullah yang berbasis di Lebanon dan didukung pula oleh Iran. Serangan di perbatasan dan operasi militer besar-besaran oleh Israel di wilayah selatan Lebanon mengharuskan lebih dari 1 juta warga mengungsi dan ribuan jiwa menjadi korban.
Sebelum kesepakatan gencatan senjata disetujui, Israel menyerang secara intensif lewat jalur udara dan menargetkan infrastruktur militer milik Hizbullah yang kemudian dibalas Hizbullah dengan serangan roket ke wilayah utara Israel.
Dilansir Reuters, ada beberapa kesepakatan yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata 10 hari tersebut, diantaranya:
- Penghentian operasi militer ofensif oleh Israel di wilayah Lebanon
- Komitmen Lebanon untuk mencegah serangan dari kelompok bersenjata
- Fasilitasi negosiasi lanjutan menuju kesepakatan damai permanen
- Kemungkinan perpanjangan masa gencatan senjata atas persetujuan bersama
Meski begitu, Israel tetap mempertahankan hak untuk melakukan tindakan defensif bahkan menyatakan akan terus menempatkan pasukan di zona keamanan di kawasan selatan Lebanon meski gencatan senjata 10 hari telah berlangsung.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini