Palestina – Selama genosida Israel atas Palestina, anak-anak disana turut menjadi korban. Hussein Hamad, seorang spesialis media dan advokat hak asasi manusia menceritakan kepada Shehab Agency bahwa anak-anak Palestina tidak bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak, khususnya di Gaza.
660.000 anak tidak bisa menghadiri sekolah untuk tahun ketiga karena Israel masih terus-terus membombardir Gaza setiap harinya, meskipun gencatan senjata telah lama disetujui. Tak hanya itu, 16.879 siswa juga tewas sejak Thufan Al Aqsa dimulai pada 7 Oktober 2023.
Kerusakan yang disebabkan ledakan-ledakan bom Israel meluluhlantakkan sekitar 90% sekolah dan akibatnya 1 juta anak di Gaza mengalami trauma. Bukan hanya menyerang sekolah, rumah sakit dan tempat umum lainnya, Israel juga dengan sadar menyerang rumah-rumah warga sipil sehingga banyak keluarga yang harus tinggal di tenda pengungsian untuk fokus bertahan hidup.
Hal ini juga menyebabkan anak-anak tidak bisa fokus belajar karena harus ikut bertahan hidup.
Namun, bukan Gaza namanya jika tidak punya daya juang yang tinggi. Meski banyak keterbatasan untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, mereka tak patah semangat.
Beberapa mahasiswa bahkan tetap melaksanakan ujian. Bukan di gedung kampus, melainkan di pantai karena hancurnya bangunan akibat serangan brutal Israel.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini