Bandung – Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat menjadi konflik bersenjata yang lebih besar setelah Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, melancarkan operasi militer besar terhadap target-target di Iran pada akhir Februari 2026. Operasi yang disebut Operation Lion’s Roar melibatkan serangan udara dan rudal yang menargetkan situs-situs militer Iran, termasuk fasilitas nuklir dan posisi penting Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menanggapi serangan tersebut, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan termasuk penggunaan rudal balistik yang menjangkau wilayah Israel. Laporan dari ANTARA News menyatakan bahwa gelombang baru serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran menyebabkan sedikitnya 20 orang terluka di Tel Aviv akibat pecahan proyektil dan kerusakan bangunan.
Berita lain juga mengunggah klaim bahwa salah satu rudal berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel, menyebabkan korban jiwa dan hilangnya warga sipil di sejumlah area seperti Beit Shemesh.
Konflik juga meluas ke wilayah lain di Timur Tengah, dengan serangan Iran yang ditujukan tidak hanya pada target Israel tetapi juga ke pangkalan militer AS di kawasan ini. Selain itu, kelompok militan seperti Hizbullah yang merupakan sekutu Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas dan balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kondisi di Israel digambarkan “membara”, dengan kerusakan infrastruktur, korban luka, serta ketidakpastian situasi keamanan yang terus memanas. Dampak konflik ini telah menimbulkan kekhawatiran internasional akan eskalasi yang lebih jauh, mengingat potensi keterlibatan negara-negara lain di wilayah Teluk dan Mediterania.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini