Bandung – Wacana mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) kembali menjadi sorotan publik setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah tokoh politik, organisasi masyarakat, hingga pengamat hubungan internasional mulai mendesak pemerintah untuk mengevaluasi keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut. Namun, apakah benar Indonesia akan keluar dari organisasi itu?
Board of Peace merupakan sebuah organisasi internasional yang dibentuk pada 2025 atas inisiatif Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Organisasi ini bertujuan mengawasi proses perdamaian dan rekonstruksi Gaza pascakonflik serta mendorong stabilisasi di kawasan Timur Tengah. Piagam organisasi tersebut ditandatangani pada awal 2026 oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah Indonesia sejak awal menyatakan bahwa keikutsertaan dalam BoP bertujuan untuk memastikan proses perdamaian Palestina tetap berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan solusi dua negara (two-state solution). Selain itu, keterlibatan Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisi diplomasi negara dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta membantu proses rehabilitasi Gaza.
Namun, perkembangan situasi geopolitik baru-baru ini memunculkan kritik terhadap forum tersebut. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Indonesia. Sejumlah organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga beberapa politisi meminta pemerintah mempertimbangkan untuk keluar dari BoP karena dinilai berpotensi memberi legitimasi terhadap kebijakan negara-negara yang terlibat konflik tersebut.
Meski demikian, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk keluar dari Board of Peace. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian dari forum tersebut, meskipun pembahasan terkait program BoP untuk sementara ditunda karena situasi konflik yang sedang berkembang di Timur Tengah.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga membuka kemungkinan bagi Indonesia untuk keluar dari BoP jika forum tersebut tidak memberikan kemajuan nyata bagi perdamaian Palestina atau justru merugikan kepentingan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan berbagai faktor strategis sebelum mengambil keputusan final.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini