Brussels – Mantan Presiden Tunisia, Moncef Marzouki, jadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah konferensi internasional di Brussels, Belgia yang menyoroti genosida di Gaza dan peran Amerika Serikat di dalamnya. Dalam forum tersebut, Marzouki dengan tegas menyatakan bahwa Amerika Serikat bukanlah mediator netral, melainkan bagian dari konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pidatonya, Marzouki menilai bahwa posisi Amerika Serikat selama ini tidak mencerminkan netralitas yang dibutuhkan dalam proses perdamaian. Ia menyebutkan bahwa kebijakan dan dukungan politik Washington terhadap Israel menunjukkan keterlibatan langsung sehingga sulit untuk menganggapnya sebagai penengah yang objektif.
Lebih lanjut, Marzouki menolak keras wacana pelucutan senjata di Gaza. Menurutnya, langkah tersebut bukanlah solusi damai, melainkan bentuk “penyerahan” yang akan melemahkan posisi rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa perlawanan Palestina merupakan hak yang sah dan dilindungi oleh hukum internasional, khususnya dalam konteks perjuangan melawan pendudukan.
Dalam kesempatan yang sama, Marzouki juga mengumumkan sebuah inisiatif hukum internasional sebagai bentuk respons terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi dalam konflik tersebut. Ia menyebutkan bahwa sekitar 60 pengacara telah mulai bekerja dalam inisiatif ini, dengan dukungan hingga 700 pengacara dari 50 negara yang siap menindaklanjuti proses hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Sebagai tokoh yang dikenal luas sebagai aktivis hak asasi manusia sebelum menjabat sebagai presiden Tunisia periode 2011–2014, Marzouki kerap menyuarakan isu keadilan global dan hak-hak rakyat tertindas.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini