Bandung – Profesor Nuno Loureiro, pakar nuklir dari MIT asal Portugal, meninggal dunia pada Selasa pagi (16 Desember 2025) setelah ditembak di rumahnya di Brookline, Massachusetts. Insiden ini sedang diselidiki sebagai pembunuhan aktif oleh pihak berwenang.
Polisi Brookline menerima laporan tembakan di apartemen Gibbs Street sekitar pukul 20.30 waktu setempat pada Senin malam (15 Desember 2025). Loureiro, berusia 47 tahun, ditemukan dengan luka tembak berulang dan segera dibawa ke rumah sakit di Boston, di mana ia dinyatakan meninggal keesokan harinya. Tidak ada informasi tentang tersangka atau motif yang dirilis secara resmi, dan tidak ada yang ditahan saat ini.
Loureiro menjabat sebagai profesor ilmu dan teknik nuklir serta fisika di MIT sejak 2016, dan baru ditunjuk direktur Pusat Sains Plasma dan Fusi Nuklir pada Mei lalu. Ia dikenal atas penelitiannya tentang turbulensi plasma, fisika solar flare, dan pengembangan energi fusi bersih untuk mengatasi perubahan iklim. MIT menyatakan duka mendalam atas kehilangan ini dan memberikan dukungan kepada keluarga serta komunitasnya.
Beberapa sumber menyebut Loureiro sebagai akademisi pro-Israel, termasuk laporan dari Channel 12 Israel dan postingan media sosial yang menunjukkan dukungannya terhadap Israel. Namun, beberapa media besar seperti New York Times dan CBS News tidak mengonfirmasi aspek ini atau menghubungkannya dengan motif penembakan. Pihak berwenang belum mengaitkan insiden dengan pandangan politik korban.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini