Bandung – Longsor dahsyat yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terjadi pada 23-24 Januari 2026 akibat hujan lebat sehingga menimbun puluhan rumah dan menewaskan puluhan warga. Hingga 27 Januari 2026, operasi SAR gabungan masih berlangsung dengan tantangan medan yang sulit.
Longsor dimulai pada Jumat, 23 Januari 2026, di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dipicu hujan intensitas tinggi yang membuat tanah labil. Puncaknya terjadi pada Sabtu dini hari (24 Januari), material tanah, batu, dan lumpur meluncur deras, menyapu dua kampung sekaligus. Mekanisme “mudflow” mempercepat aliran lumpur ke hilir, menghancurkan sekitar 30 rumah di area 30 hektar.
Sekitar 30 rumah hancur atau rusak berat sehingga memengaruhi 34 KK atau 113 jiwa awalnya, dengan 500-680 warga mengungsi ke SD Pasirlangu dan posko lain. Korban jiwa mencapai 25 hingga 38 kantong jenazah dievakuasi, termasuk 23 prajurit TNI Marinir; sebagian diidentifikasi oleh tim DVI Polri. Puluhan lainnya masih hilang dan dicari di lumpur tebal.
Kementerian PUPR mengerahkan 8 unit alat berat seperti excavator PC 75 dan PC 55 mini dari BBPJN, BBWS Citarum, serta BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk evakuasi dan pembersihan. Tambahan pompa air (5-7 unit) dan fasilitas pengungsi seperti tangki air, toilet portabel, serta tenda darurat juga disiagakan meski ada kendala lumpur. Tim SAR gabungan (Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan) bekerja manual di area labil, didukung status darurat bencana oleh Pemkab Bandung Barat.
Pencarian korban berlanjut hingga 27 Januari 2026 dengan 8 alat berat aktif, fokus evakuasi dan pengendalian lumpur; pompa tambahan siap operasi. Warga diimbau menjauhi zona rawan longsor susulan; rehabilitasi infrastruktur direncanakan pasca-darurat. Pemerintah pusat dan daerah koordinasi penuh untuk pemulihan.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini