Seluruh aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk 9 WNI akhirnya berhasil dibebaskan setelah sempat ditahan pasukan IDF beberapa waktu setelah berusaha menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza lewat jalur laut. Informasi ini juga telah dikonfirmasi oleh koalisi GPCI (Global Peace Convoy Indonesia).
9 aktivis asal Indonesia yang tergabung dalam armada GSF terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis. Beberapa nama yang dilaporkan tergabung antara lain Thoudy Badai, Hendra Prasetyo, Andre Prasetyo, Andi Angga Prasetyo, dan Ronggo Wirasunu.
Para aktivis GSF sebelumnya ditangkap secara ilegal di perairan internasional setelah armada mereka dicegat militer Israel saat menuju Gaza. Misi tersebut membawa bantuan makanan sekaligus menyerukan pembukaan akses kemanusiaan bagi warga Gaza yang masih menghadapi blokade dan krisis berkepanjangan.
Harfin Naqsyabandy selaku Korrdinator Media GPCI menyatakan bahwa seluruh peserta GSF termasuk 9 WNI yang ikut dalam armada telah dibebaskan dari penjara Ktziot dan kini sedang menjalani proses deportasi melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa para aktivis mendapatkan perlakuan kasar dan pelecehan selama penahanan. Diantaranya mengaku mendapat kekerasan fisik, intimidasi, hingga ditembaki peluru karet saat proses penangkapan berlangsung.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini
Baca juga artikel terbaru, klik disini