Kunto Aji: “Saya Akan Tetap Boikot Produk Israel Semampu Saya”

Share this post:

Source: Instagram/@kuntoajiw

Bandung – Penyanyi andalan Indonesia, Kunto Aji, baru-baru ini menyuarakan komitmennya untuk terus memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel, meskipun hal itu berpotensi merugikan kariernya. Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan Instagram-nya, di mana ia menyebut bahwa banyak pekerjaan hilang akibat sikapnya tersebut, tapi ia tetap teguh dengan prinsipnya. Sebagai musisi yang dikenal dengan lirik-lirik penuh makna sosial, Kunto Aji menegaskan, “Saya akan tetap boikot produk Israel semampu saya,” menunjukkan solidaritas kuat terhadap isu Palestina.

Latar belakang pernyataan Kunto Aji tak lepas dari gelombang boikot global terhadap Israel, yang semakin masif sejak konflik Gaza memanas. Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 yang mengharamkan dukungan terhadap Israel, termasuk penggunaan produk afiliatif berdasarkan kriteria seperti kepemilikan saham mayoritas, investasi aktif di Israel, atau dukungan politik Zionisme.

Fatwa ini menjadi pedoman bagi umat Islam Indonesia untuk menghindari merek-merek seperti Unilever (Knorr, Royco), Heinz ABC, hingga produk rumah tangga seperti Rinso dan Sunlight. Gerakan ini bahkan meluas ke seruan boikot Israel di Piala Dunia 2026, dengan tagar #GameOverIsrael yang viral di Times Square.

Kunto Aji bukan yang pertama kali vokal soal ini. Sebelumnya, ia pernah kena shadow banned di Instagram setelah repost konten boikot kurma Israel, tapi tetap konsisten dengan tagar #FreePalestine. Sikapnya ini mencerminkan tren di kalangan selebriti dan aktivis Indonesia yang memilih boikot sebagai bentuk perlawanan non-kekerasan, meski ada dampak ekonomi domestik. Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) telah menyebabkan penurunan penjualan di perusahaan afiliatif, berujung pengurangan jam kerja atau PHK bagi pekerja lokal.

Namun, komitmen Kunto Aji juga menuai sorotan tentang keseimbangan antara idealisme dan realitas industri hiburan. Ia mengakui privilege-nya sebagai figur publik untuk bersuara, meski risikonya tinggi seperti hilangnya endorsement atau kolaborasi. Di tengah perdebatan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperingatkan agar boikot tak merugikan tenaga kerja nasional, tapi Kunto menekankan prioritas solidaritas kemanusiaan.

Pernyataan Kunto Aji ini menginspirasi banyak pengikutnya untuk ikut berpartisipasi dalam boikot secara sadar. Dengan nada santai tapi tegas, ia mengajak audiens memeriksa label produk dan dukung UMKM lokal. Gerakan ini membuktikan bahwa suara seniman bisa jadi katalisator perubahan sosial, terutama di negeri dengan populasi Muslim terbesar di dunia.***

Kunjungi situs resmi kami disini

Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global InstagramYoutube, dan Threads untuk informasi terkini.

Anda juga bisa berdonasi disini

Baca juga artikel terbaru, klik disini

Share this post: