Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa Sudan mengalami pertumpahan darah yang sangat parah akibat perang saudara yang berkepanjangan sejak April 2023 antara Tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Wilayah Sudan, terutama sekitar kota El-Fasher di Darfur Utara, tampak merah di Google Earth yang menggambarkan dampak perang dan genosida yang belum berakhir.
Analisis citra satelit oleh peneliti dari Yale Humanitarian Labs menemukan setidaknya 31 cluster objek yang diduga merupakan jenazah manusia, yang menunjukkan indikasi pembunuhan massal yang masih berlangsung di daerah tersebut.
Perang saudara ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa, puluhan ribu pengungsi, serta krisis kelaparan dan penyakit yang meluas di negara itu. RSF berhasil menguasai kota El-Fasher setelah pengepungan selama 18 bulan, diikuti oleh berbagai laporan kekerasan serius seperti eksekusi singkat, kekerasan seksual, serangan terhadap pekerja bantuan, penjarahan, dan penculikan. Komunikasi di wilayah konflik juga hampir terputus total, menyulitkan bantuan kemanusiaan dan pelaporan kondisi di lapangan.
Secara keseluruhan, gambaran satelit dan laporan lapangan menunjukkan situasi Sudan sangat tragis dengan kekerasan dan penderitaan yang terus berlanjut di tengah konflik bersenjata yang intens dan berdarah ini.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini