Bandung – Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun, Zaher Nasser Shamiya, dibunuh secara tragis pada 11 Desember 2025 di kamp pengungsi Jabalia, Gaza Utara. Pasukan Israel menembaknya terlebih dahulu, kemudian tank melindas tubuhnya hingga terbelah dua di dekat “Garis Kuning” yang memisahkan wilayah Gaza dari Israel. Insiden ini terjadi dua bulan setelah gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, menandai pelanggaran ke-738 yang dicatat Kantor Media Pemerintah Gaza.
Kantor berita WAFA melaporkan bahwa tim pertahanan sipil medis menemukan 30 jenazah dari kuburan massal di Kompleks Medis al-Shifa pada hari yang sama, dengan dugaan total korban melebihi 300. Selama 60 hari gencatan senjata, tercatat 386 warga tewas, 980 terluka, termasuk 205 insiden tembakan langsung terhadap sipil, 37 penyerbuan kendaraan militer, dan 358 serangan bom. Bantuan kemanusiaan hanya mencapai 38% dari kesepakatan, dengan 13.511 truk masuk dari 36.000 yang direncanakan, menyebabkan kelaparan dan krisis medis parah.
Lebih dari 20.000 anak Palestina tewas sepanjang konflik hingga 2025, menurut Save the Children, dengan kondisi digambarkan UNICEF sebagai “mengerikan dan tidak dapat bertahan hidup”. Ribuan anak lain yatim piatu atau terluka, di tengah penghancuran infrastruktur dan pengungsian paksa yang disebut Pelapor Khusus PBB sebagai genosida. Israel menguasai lebih dari 50% wilayah Gaza, termasuk pengumuman “Garis Kuning” sebagai pagar baru oleh Kepala Militer Israel Eyal Zamir.
Otoritas Gaza menyerukan intervensi PBB, Presiden Trump, dan mediator untuk memaksa Israel memenuhi komitmen, termasuk aliran bantuan penuh. Praktik melindas korban dengan tank telah berulang, termasuk di Rumah Sakit Kamal Adwan pada 2023, meninggalkan ratusan jenazah tidak teridentifikasi. Dunia dihadapkan pada kegagalan menegakkan hukum humaniter, dengan musim dingin ketiga memperburuk penderitaan warga sipil.***
Kunjungi situs resmi kami disini
Ikuti media sosial resmi Amanah Kemanusiaan Global Instagram, Youtube, dan Threads untuk informasi terkini.
Anda juga bisa berdonasi disini